Kehidupan Para TKI di Hongkong


pinjaman-tanpa-agunan

Merasa Senasib, Berubah Jadi Pasangan Lesbi

Beratnya tekanan hidup di negeri orang memunculkan banyak fenomena. Salah satunya, tren tenaga kerja wanita (TKW) lesbian. Berawal dari sekadar teman berbagi hingga menjadi sahabat, mereka mengikrarkan diri sebagai pasangan suami istri alias lesbi.

SRI UTAMI, Hongkong

“IKI bojoku. Aku wes suwe urip ambek de’e (Ini istriku, saya sudah lama hidup dengan dia,” kata Arum (bukan nama sebenarnya), salah satu TKW asal Malang dengan sangat cueknya. Sambil berkata dia memandang Ita (nama samaran) di depannya. Seolah tahu dengan sikap Arum yang cuek dan suka blak-blakan, Ita hanya menjawab dengan senyum tanda mengiyakan.

Sikap cuek Arum sudah terlihat dari dandanannya. Perempuan berusia 28 tahun itu memotong rambutnya ala bintang film mandarin yang sedang ngetren. Dia lebih suka mengenakan kaus oblong lengkap dengan celana gombor. Cara jalannya sangat mirip laki-laki.

Sedangkan Ita justru kebalikannya. Dia terlihat feminim. Siang itu, Ita mengenakan tank top warna kombinasi hijau dan putih dipadu jins hot pants. Rambutnya dipotong shaggy sebahu.

Minggu (8/8) lalu adalah hari yang istimewa bagi mereka. Sebab mereka bisa melepas rindu setelah seminggu sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Keduanya memilih menghabiskan waktu dengan menyantap makanan di salah satu warung dekat kantor Konsulat Jenderal RI. “Kalau nggak hari Minggu nggak bisa ketemu,” sambung Ita sambil melirik Arum.

Dengan sangat santai, Ita mengisahkan ihwal hubungan lesbinya. Perempuan berusia 37 tahun itu mengaku sudah menjalin hubungan dengan Arum sejak tiga tahun lalu. Semula, keduanya merasa cocok saat berbincang. Hubungan semakin erat karena sering sharing tentang permasalahan masing-masing.

Ita yang sudah sepuluh tahun di Hongkong mengaku sangat kecewa dengan suaminya. Sebab saat dia banting tulang untuk menafkahi anaknya, adik, dan orang tuanya, suaminya malah selingkuh dengan wanita lain. Perempuan berkacamata itu semakin sakit hati saat mengetahui uang yang dikirimkan untuk anaknya, justru dihabiskan sang suami. “Dia (Arum, Red) sangat memahami aku. Makanya, aku sangat nyaman bersamanya,” kata perempuan yang tetap terlihat cantik meski menjelang usia 40 tahun ini.

Rasa sakit hati dengan suaminya begitu dalam. Hingga, perempuan yang telah mempunyai tiga anak ini sudah tak menyukai laki-laki lagi. Sejak saat itu, Ita berikrar tak akan menikah dengan lelaki mana pun.

Meski menyadari hubungannya dengan Arum penuh ketidakpastian. Ita mengaku sangat menikmatinya. Setidaknya selama di Hongkong mereka tetap bersama. Tiap Minggu, mereka selalu berdua menghabiskan liburan. Biasanya makan di restoran, shopping, atau bepergian ke tempat wisata di Hongkong.Bagaimana aktivitas seks mereka? Di tahun pertama berhubungan dengan Arum, hampir setiap minggu Ita selalu check in di hotel. Di Hongkong, katanya, banyak hotel yang menjadi langganan TKI lesbian. Di antaranya hotel di kawasan Yau Ma Tei dan Cosway Bay.

Sewa kamar sehari cukup 150 HK$. “Ini sudah menjadi rahasia umum. Sudah banyak yang tahu dan mereka cuek saja,” kata perempuan asal Surabaya yang menyebut istilah check in dengan ngandang (di dalam kandang, Red) ini.

Kini, setelah hubungan mereka berjalan tiga tahun, seks bukan lagi menjadi prioritas utama. Saat bertemu, Arum dan Ita lebih senang mengunjungi beberapa tempat kos temannya atau shopping. Meski, beberapa kali sebulan mereka tetap saja check in di hotel.

Seperti layaknya komunitas lesbi di beberapa daerah, komunitas TKW lesbi di Hongkong juga mempunyai tempat favorit untuk nongkrong. Setiap hari Minggu sekitar pukul 16.00, mereka biasa berkumpul di dua diskotek di daerah Wan Chai. Di sana, mereka tak sungkan untuk bermesraan dengan sesama jenis, mengonsumsi narkoba, atau minum minuman keras.

Berbeda dengan di Indonesia, para TKW lesbi di Hongkong lebih terbuka. Mereka tak malu bermesraan di tempat umum. Ita memperkirakan jumlahnya ribuan. Jika di Indonesia dikenal pasangan hunter dan lines, TKW lesbi di Hongkong tak mengenal istilah tersebut. Mereka memanggil sesuai kesepakatan saja. “Kalau saya manggil dia (Arum, Red) sayang. Gitu aja,” terangnya.

Dilihat dari dandanannya, ungkap Ita, pasangan lesbi bisa dikenali dengan dandanan mereka yang tomboy seperti laki-laki. Meski, tak semua perempuan yang berdandan tomboy itu tergolong lesbian. Tetapi, menurut Ita, mayoritas TKI yang berdandan tomboy adalah lesbian. Mereka bisa berpasangan dengan sesama perempuan berdandan tomboy atau berpasangan dengan perempuan feminim seperti dirinya. “Lesbi seperti layaknya hubungan pria dan wanita. Kalau pasangannya diganggu, mereka bisa saling bunuh (dengan lesbian lain, Red),” tegasnya.

Demi cintanya pada pasangan, mereka rela hidup sekamar di tempat kos yang kumuh dengan harga mahal. Saking setianya dengan pasangan, mereka juga memilih tak pulang ke Indonesia. Meski di Hongkong tak punya pekerjaan tetap karena telah dipecat majikannya.

About Bedjo29Shop
Terimakasih Gan ..?! atas kepercayaannya belanja di lapak kami ... Kepuasan Agan adalah kebanggaan kami .....

18 Responses to Kehidupan Para TKI di Hongkong

  1. Lara says:

    kekreatifan orang memang tidak bisa dibatasi. Tapi saya akan sangat menghargai kreatifitas anda kalau anda menghormati privasi buruh migran tersebut dengan tidak mensertakan atau mengupload fhoto nya.. dan saya kira anda adalah bloger yang cermat dan berotak.

  2. raka says:

    Saya kira mengungkapkan sesuatu yang nyata, melebihi batas privasi yang seperti ini itu wajr dan saya kira informasi ini sangat membantu pembaca untuk bagaimana menatap hal2 yang terjadi pada TKW kita. semoga kita lebih bisa mengawasi masyarakat kita yang ada diluar sana

  3. Jambe Ndawe says:

    Makasih @Raka ….

  4. Rie Rie says:

    Ribuan? Gimana ngitungnya? Hiperbola banget.

  5. parah emang parah TKW saat ini….kasian banget nasib keluarganya

  6. Thanks for spending free time to post “Kehidupan Para TKI di Hongkong Jambe Ndawe”.

    Thanks a ton once again ,Eileen

  7. regi says:

    Gw baru tau

  8. Rie Rie says:

    uh…komenku dihapus sama pemilik blog…

  9. eunji says:

    tidak semua begitu

  10. cuma sebagian kok,,,,nggak semuanya

  11. Jambe Ndawe says:

    Kebanyak begitu ya mas brooo , she pu she ???

  12. suyadi says:

    ujan mas negeri orang ujan batu negeri sendiri, mending di kampung tanam jagung,enak gk enak kumpul

  13. idaman pria says:

    salam 2 jari

  14. SUGIHARTO says:

    ASSALAMU ALAIKUM
    mhn ijn tuan rumah
    ALHAMDULILLAH HIROBBIL ALAMIN
    atas RAHMAT SERTA HIDAYAH RIDHO DARI ALLAH SWT.serta berbekal ILMU KEWALIAN KAROMAH,KESAKTIAN SEJATI,serta izin dari para guru/leluhur dengan melakukan tapa brata,beliau hadir untuk
    membantu anda yg sa’at ini punya MASALAH HUTANG BESAR, BUTUH MODAL BESAR, INGIN MERUBAH NASIB,
    BANGKRUT USAHA,DI CACI MAKI,DI HINA,MENYENGSARAKAN/MENZHOLIMI ANDA ,JANGAN PUTUS ASA,KINI SAATNYA ANDA BANGKIT DARI KETERPURUKAN, RENTANGKAN SAYAPMU,RAIH DUNIAMU,GAPAI IMPIANMU,KEJAR CITA2MU,AGAR ORANG LAIN TIDAK LAGI MENGHINAMU,
    BELIAU SIAP MEMBANTU ANDA DENGAN…
    -JUAL MUSUH
    -NIKAH JIN
    -DANA GOIB
    -UANG BALIK
    -UANG MATENG
    -MEGGNDKAN UANG
    -GENDAM PENAKLUK
    -PENGASIHAN
    -PELET HITAM
    -PELET PUTIH
    -SANTET MATI
    -ANGKA/SIO JITU
    di jamin 100% berhasil & sukses
    hubungi beliau :
    KH SA’ID ABDULLAH WAHID
    (AHLI ILMU GO’IB)

    HP: 082334608008

    D/A : BATU AMPAR-GULUK GULUK –
    SUMENEP – MADURA
    JAWA TIMUR
    proses cepat bertanggung jwb
    ANDA SOPAN BELIAU SEGAN
    TERIMA KASIH WASSALAM

  15. Bedjo29Shop says:

    mantap apanya ia …. makasih kunjungannya

  16. obathot.com says:

    terima kasih gan pokoknya mantap

  17. dewi says:

    syukur alhamdulillah selama hampir 3 the di sana tak terpengaruh.mungkin ken syarikat libur hari biasa jadi ga tau kehidupan Hongkong yg sebenar . alhamdulillah temen sekitar saya tidak ada yg seperti itu.semoga untuk selanjutnya TKI kita sadar dan mampu menjaga nama baik negara kita. amin. ..

Coment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: